Minggu, 10 November 2024

PERJUSA 2024

 


Pandaan, 8-9 November 2024

Perjusa adalah singkatan dari Perkemahan Jumat Sabtu, yaitu kegiatan perkemahan yang diadakan oleh Pramuka di sekolah. Perjusa biasanya dilaksanakan di lingkungan sekolah atau di luar sekolah. 

 

Tujuan dari kegiatan Perjusa adalah:

1.       Mempererat hubungan antar siswa

2.       Mengembangkan keterampilan dan kemandirian siswa

3.       Menanamkan karakter disiplin

4.       Melatih sifat berani menghadapi dan memecahkan berbagai persoalan

5.       Memperkenalkan pendidikan kepramukaan kepada peserta didik

6.       Membangun karakter siswa 

 

Dalam kegiatan Perjusa, peserta biasanya mengikuti berbagai macam lomba, seperti penampilan pentas seni terbaik, penilaian wawasan kepramukaan, dan lomba permainan kelompok.

PERSIAPAN PERJUSA












DAFTAR HADIR PESERTA PERJUSA



UPACARA PEMBUKAAN PERJUSA












































SHOLAT ASAR BERJAMAAH




MATERI 














MASAK BERSAMA














SHOLAT MAGHRIB BERJAMAAH




API UNGGUN













PENTAS SENI DAN MATERI MALAM



















PENUTUPAN PERJUSA















































Rabu, 23 Oktober 2024

Hari Santri Nasional 2024

 


Pandaan, 22 Oktober 2024

        Hari Santri diperingati pada 22 Oktober setiap tahunnya. Dan tema Hari Santri 2024 adalah "Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan". Penetapan Hari Santri tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani pada 15 Oktober 2015. Penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri mengacu pada peristiwa yang terjadi pada tanggal yang sama di tahun 1945.

        Sejarah Hari Santri Dilansir dari Kompas.com (22/10/2019), saat itu Hasyim Asy'ari yang menjabat sebagai Rais Akbar PBNU menetapkan Resolusi Jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya, Jawa Timur. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyatakan sikap setelah mendengar tentara Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia dengan membonceng Sekutu. Peran ini begitu terlihat pada 21 dan 22 Oktober 1945 saat pengurus NU Jawa dan Madura menggelar pertemuan di Surabaya.

        Pada tanggal 22 Oktober 1945, Hasyim Asy'ari menyerukan imbauan kepada santri untuk berjuang demi Tanah Air. Resolusi itu disampaikan kepada pemerintah dan umat Islam Indonesia untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Pada akhirnya, resolusi ini membawa pengaruh yang besar. Salah satunya membuat rakyat dan santri melakukan perlawanan sengit dalam pertempuran di Surabaya.

        Banyak santri dan massa yang aktif terlibat dalam pertempuran yang membuat semangat pemuda Surabaya dan Bung Tomo ikut terbakar. Pertempuran tersebut berlangsung pada 27-29 Oktober 1945 dan menewaskan pemimpin Sekutu Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby. Kematiannya yang kemudian memicu pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Berawal dari sejarah tersebut, tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri sebagai sebuah pemaknaan sejarah yang otentik. sumber