Senin, 19 Januari 2026

Isro' Mi'roj Nabi Muhammad S.A.W. 1444 H

 


Pandaan, 19 Januari 2026

Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu momen paling monumental dalam sejarah peradaban Islam yang selalu diperingati setiap tahunnya. Bagi umat Muslim, ini bukan sekadar cerita sejarah biasa, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang menembus batas logika manusia dan ruang waktu.

Peringatan ini menjadi pengingat akan kekuasaan Allah SWT yang tidak terbatas serta kemuliaan Nabi Muhammad SAW di hadapan Sang Pencipta. Melalui peristiwa ini, umat Islam di seluruh dunia kembali merefleksikan pentingnya keimanan dan kualitas ibadah mereka.




Secara sederhana, Isra Miraj adalah dua perjalanan suci yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Peristiwa ini sangat istimewa karena pada masa itu, perjalanan sejauh ribuan kilometer mustahil dilakukan dalam waktu sesingkat itu tanpa campur tangan kekuasaan Ilahi.

Dalam terminologi Islam, peristiwa ini terdiri dari dua fase yang berbeda namun satu kesatuan. “Isra” merujuk pada perjalanan horizontal di bumi, sedangkan “Miraj” adalah perjalanan vertikal menembus langit.

Gabungan kedua perjalanan ini menjadikan Isra Miraj sebagai mukjizat besar yang menguji keimanan para sahabat pada masa itu. Hingga kini, peristiwa ini tetap menjadi fondasi penting dalam akidah Islam, khususnya terkait dengan perintah kewajiban ibadah utama.




Latar belakang terjadinya peristiwa ini bermula ketika Nabi Muhammad SAW sedang mengalami masa-masa sulit yang dikenal sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Saat itu, beliau baru saja ditinggalkan oleh dua sosok pelindung utamanya, yaitu sang istri tercinta Khadijah dan pamannya Abu Thalib.

Allah SWT kemudian menghibur Nabi dengan memperjalankannya di malam hari. Peristiwa “Isra” dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Dalam perjalanan ini, Nabi mengendarai Buraq, sebuah kendaraan surga yang langkahnya sejauh mata memandang, didampingi oleh Malaikat Jibril.

Setelah sesampainya di Masjidil Aqsa dan memimpin salat bersama para nabi terdahulu, perjalanan berlanjut ke fase “Miraj”. Nabi Muhammad SAW dinaikkan menembus tujuh lapisan langit.

Di setiap lapisan langit, beliau bertemu dengan para nabi pilihan, mulai dari Nabi Adam AS di langit pertama hingga Nabi Ibrahim AS di langit ketujuh.

Puncak dari perjalanan ini adalah ketika Nabi mencapai Sidratul Muntaha, sebuah tempat tertinggi yang tidak bisa dijangkau oleh makhluk lain, bahkan malaikat sekalipun. Di sanalah Nabi menerima perintah langsung dari Allah SWT.

Proses penerimaan perintah ini awalnya berjumlah 50 waktu salat dalam sehari semalam. Namun, setelah melalui proses permohonan keringanan yang disarankan oleh Nabi Musa AS, jumlah tersebut berkurang menjadi lima waktu wajib yang kita kenal sekarang.



Secara kalender Hijriah, peristiwa Isra Miraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Tanggal ini menjadi patokan utama bagi umat Islam di seluruh dunia untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan.

Karena penanggalan Hijriah berbasis pada perputaran bulan, maka tanggal peringatan ini dalam kalender Masehi akan selalu berubah setiap tahunnya. Umumnya, tanggal Masehi akan maju sekitar 10 hingga 11 hari dari tahun sebelumnya.

Peringatan ini tidak hanya sekadar penanda tanggal merah di kalender nasional. Lebih dari itu, tanggal 27 Rajab menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri, mengingat kembali sejarah turunnya perintah salat yang menjadi tiang agama.


Peristiwa agung ini menyimpan makna yang sangat dalam bagi fondasi spiritual seorang Muslim. Isra Miraj bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi transformasi spiritual yang mengajarkan nilai-nilai luhur.

Berikut adalah beberapa makna utama dari peristiwa tersebut:

  • Ujian Keimanan yang Nyata
    Peristiwa ini adalah ujian bagi akal dan hati. Mempercayai perjalanan Makkah ke Palestina lalu ke langit dalam semalam membutuhkan iman yang kokoh, sebagaimana yang ditunjukkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq.
  • Pentingnya Ketaatan Total
    Perjalanan ini menunjukkan kepatuhan mutlak Nabi Muhammad SAW kepada perintah Allah SWT, mengajarkan umatnya untuk selalu taat tanpa banyak bertanya atau ragu.
  • Kemuliaan Ibadah Salat
    Berbeda dengan wahyu lain yang disampaikan via Malaikat Jibril, perintah salat diterima langsung oleh Nabi. Ini menandakan bahwa salat adalah ibadah spesial dan sarana komunikasi langsung hamba dengan Tuhannya.
  • Penghibur Hati yang Luka
    Allah SWT menunjukkan bahwa di balik setiap kesedihan dan kesulitan hidup, akan ada kemuliaan dan pertolongan yang datang dari sisi-Nya.



Mengapa umat Islam perlu memperingati Isra Miraj setiap tahun? Tujuan utamanya adalah sebagai sarana edukasi sejarah dan revitalisasi semangat beribadah di tengah kesibukan duniawi.

Peringatan ini bertujuan untuk menanamkan kembali kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan menceritakan ulang kisah perjalanan ini, generasi muda dapat mengenal perjuangan Rasulullah dan meneladani ketabahan beliau dalam berdakwah.

Selain itu, peringatan ini berfungsi sebagai media dakwah untuk mengingatkan kembali tentang kewajiban salat lima waktu. Seringkali rutinitas harian membuat kualitas ibadah menurun, sehingga momen Rajab ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah.

Di Indonesia, tujuan peringatan ini juga melebar ke aspek sosial. Acara pengajian atau perayaan tradisi lokal saat Isra Miraj menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persaudaraan antarwarga, menciptakan kerukunan yang harmonis dalam masyarakat.


Peristiwa Isra Miraj memberikan banyak pelajaran berharga yang sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari manusia modern. Hikmah ini mencakup aspek cara berpikir, bersikap, hingga beribadah.

  • Disiplin dan Manajemen Waktu
    Perintah salat lima waktu mengajarkan kita untuk disiplin. Dengan adanya jadwal salat yang pasti, seorang Muslim dilatih untuk membagi waktunya dengan baik antara urusan dunia dan akhirat, sehingga hidup menjadi lebih teratur dan produktif.
  • Pentingnya Menjaga Kebersihan Hati
    Sebelum melakukan perjalanan, hati Nabi Muhammad SAW disucikan terlebih dahulu dengan air Zamzam. Ini mengajarkan kita bahwa untuk meraih kesuksesan atau kedekatan dengan Tuhan, seseorang harus membersihkan dirinya dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, dan sombong.
  • Keseimbangan Logika dan Iman
    Peristiwa ini mengajarkan bahwa tidak semua hal di dunia ini bisa diukur dengan logika matematika atau sains semata. Ada wilayah keimanan yang harus diyakini dengan hati. Ini melatih kita untuk tetap rendah hati dan menyadari keterbatasan akal manusia di hadapan kekuasaan Allah.
  • Semangat Pantang Menyerah
    Meskipun sedang berduka dan mengalami penolakan dakwah yang keras di Thaif, Nabi tetap menjalankan perintah Allah dengan tabah. Hikmah ini memotivasi kita untuk tidak mudah putus asa saat menghadapi masalah berat, karena pertolongan Allah pasti ada.




Rabu, 19 November 2025

Sepatu Gratis dari TNI

 


Pasuruan, 17 Nov 2025

Sebagai wujud nyata kepedulian Tentara Nasional Indonesia (TNI) terhadap masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0819/Pasuruan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan sebanyak 2000 pasang sepatu. 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI Tahun 2025, digelar di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, Senin (17/11/2025).

Pantauan di lokasi, kegiatan yang dimulai tepat pukul 15.00 WIB ini disambut antusias oleh ribuan peserta. Mereka terdiri dari perwakilan siswa-siswi TK, SD, SMP, serta para santri dari berbagai lembaga pendidikan di lingkungan Pasuruan Raya. Inisiatif ini bertujuan memberikan dukungan konkret terhadap semangat belajar dan memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak.

Dandim 0819/Pasuruan Letkol Inf Boga Bramiko menjelaskan bahwa pembagian sepatu ini merupakan bagian dari rangkaian program sosial dalam memperingati HUT ke-80 TNI. Ia menekankan aspek filosofis dari bantuan tersebut.

"Sepatu, meskipun terlihat sederhana, adalah pelindung kaki yang penting dan menunjang aktivitas belajar siswa sehari-hari. Kami berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar para siswa," ujar Dandim Boga.

Senada dengan Dandim, Danrem 083 Kolonel Inf Kohir dalam sambutannya menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan manifestasi komitmen TNI untuk selalu hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat. Sepatu baru ini harus menjadi semangat baru. Semoga anak-anak melangkah lebih percaya diri, belajar lebih giat, dan meraih cita-cita dengan langkah yang benar," pesan Danrem Kohir.

Sementara Mas Nawawi, Wakil Wali Kota Pasuruan, mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga soliditas

"Ini bukti nyata bahwa TNI hadir, dekat, dan peduli kepada rakyat. Soliditas ini penting, mari kita jaga soliditas baik dari Kota Pasuruan dan Kabupaten, agar hubungannya semakin baik," pungkasnya.

Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dengan meningkatkan moril dan semangat belajar para santri serta pelajar, sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan TNI dengan rakyat. (Firman Maulana) sumber




  • ***=======================================================***
    ===== Persiapan Keberangkatan Anak-anak ===== 























  • ***=======================================================***
    ===== Kedatangan Anak-anak di lokasi GOR Pasuruan Kota ===== 











  • ***=======================================================***
    ===== Pembukaan Acara  ===== 












  • ***=======================================================***
    ===== Acara Selesai ===== 









Selasa, 14 Oktober 2025

PERJUSA DAN LDKS OSIM

 


Pandaan, 09-10 Oktober 2025

Perjusa adalah singkatan dari Perkemahan Jumat Sabtu, sebuah kegiatan perkemahan Pramuka yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu Jumat dan Sabtu. Tujuan utamanya adalah untuk melatih kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, dan keterampilan hidup siswa, sekaligus mempererat tali persaudaraan. 

Tujuan dan manfaat

  • Mengembangkan kemandirian: 

Peserta belajar untuk hidup mandiri, seperti mendirikan tenda dan mengurus kebutuhan sehari-hari di alam terbuka. 

  • Membangun kerja sama dan kekompakan: 

Melalui berbagai kegiatan seperti permainan, api unggun, dan kegiatan kelompok, siswa belajar bekerja sama dan membangun rasa kebersamaan. 

  • Meningkatkan keterampilan: 

Peserta akan mendapatkan pelatihan keterampilan kepramukaan dan kegiatan lainnya yang sifatnya edukatif. 

  • Mempererat hubungan sosial: 

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk berinteraksi dan mempererat hubungan antar siswa dan kakak pembina. 

  • Menanamkan cinta alam: 

Peserta diajak untuk lebih mengenal dan mencintai alam sekitar. 


  • ***=======================================================***
    ===== Absensi Kehadiran peserta ===== 
















  • ***=======================================================***
    ===== Diskusi kesiapan panitia ===== 





    • ***=======================================================***
      ===== Materi LDKS oleh Bpk Yudis ===== 











      ***=======================================================***
      ===== Pengecekan barang bawaan oleh panitia ===== 
















      ***=======================================================***
      ===== Persiapan Ketua Regu ===== 


















      ***=======================================================***
      ===== Apel siang dan materi PMI ===== 














      ***=======================================================***
      ===== Pembuatan tandu darurat ===== 



















      ***=======================================================***
      ===== Materi PMI oleh Kak Syahru ===== 















      • ***=======================================================***
        ===== UPACARA PEMBUKAAN DAN SERAH TERIMA JABATAN OSIM===== 















































      • ***=======================================================***
        ===== Persiapan makan malam bersama ===== 















      • ***=======================================================***
        ===== Upacara apui unggun ===== 
















      • ***=======================================================***
        ===== Senam Pagi Bersama===== 



      • ***=======================================================***
        ===== Upacara penutupan PERJUSA  =====